Senin, 09 Januari 2012

TULISAN bahasa indonesia 2


      Masalah-masalah dasar filsafat


1.       Logika sebagai landasan penalaran

Istilah “logika” digunakan pertama kali oleh Zeno. Logikal dapat berarti suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan di nyatakan dalam bahasa. Logika merupakan cabang filsafat ynag memepelajari, menyelidiki proses atau cara berpikir yang benar, yang sehat dan patokan mana yang mesti dipatuhi agar pernyataan yang diambil adalah sah.
 Dalam logikal ada empat hukum dasar logika. Empat sadar hukum dasar logika itu tersebut juga postulat-postulat universal semua penalaran. Keempatn hukum dasar logika adalah: hukum identitas, kontradiksi, tiada jalan tengah, dan cukup alasan.
“Hukum identitas” menyebutkan bahwa sesuatu adalah sama (identik) dengan dirinya sendiri. Menurut hukum ini, A adalah A bukan yang lainnya. Contoh lain hukum ini, korupsi adalah korupsi. Dalam kondisi yang tidak logis, bukan identitas sering kali terjadi penyimpangan dalam praktiknya.
“Hukum kontradiksi” yaitu hukum yang menyatakan bahwa sesuatu pada waktu yang sama tidak dapat sekaligus memiliki sifat tertentu dan juga tidak memiliki sifat tertentu itu. Contoh dari hukum ini adalah bahwa pada saat yang sama, sekarang ini, kita tidak bisa katakan bahwa tembok bangunan itu berwarna putih dan bukan putih. Cotoh lain adalah bahwa sesuatu benda ada saat yang sama tidak dapat memiliki sifat jelek sekaligus sifat indah.
“Hukum tiada jalan tengah” yang mengatakan bahwa sesuatu itu pasti memiliki sesuatu sifat tertentu atau tidak memiliki sifat tertentu itu dan tidak ada kemungkinan ketiga. Contoh Roy Marten kemungkinan bahwa sedang coba-coba sebagai kemungkinan ketiga merupakan kemungkinan yang ditolak. Menurut hukum ketiga, kemungkinannya adalah dua, yakni penyalahgunaan narkoba atau bukan penylahgunaan narkoba. Tidak ada kemungkinan lain sebagai kemungkinan ketiga.
“Hukum cukup alasan” yang menjelaskan bahwa jika terjadi perubahan pada sesuatu, perubahan itu harus berdasarkan alasan pada yang cukup memadai dan cukup dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Indikator rasional menjadi penting karena kebenaran yang paling bisa dipertanggungjawabkan adalah kebenaran ilmiah. Contoh perubahan harga BBM, mesti diseratai argumentasi yang rasional sekaligus cukup jelas bagi rakyat kebanyakan. Penjelasan yang melulu dari perspektif ekonomi bukan merupakan penjelasan yang cukup alasan untuk menaikanharga  BBM. Penjelasan yang cukup adalah penjelasan yang komprehensif (menyeluruh) dari segala aspek kehidupan masyarakat kebanyakan, yakni menyangkut pula aspek sosial, polotik, hingga budaya.

2.       Epistemologi sebagai landasan pengetahuan

Epistemologi adalah cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. Epistemologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai bentuk pengenalan dasar pengetahuan, hakikat, dan nilainya. Secara tradisional, yang menjadi pokok permasalahan dalam epistemologi adalah sumber, asal mula dan sifat dasar pengetahuan, yakni bidang, batas,dan jangkauan pengatahuan.
Pengetahuan adalah sesuatu kata yang digunakan untuk menunujuk kepada apa yang diketahui oleh seseorang tentang sesuatu. Pengetahuan yang berasal dari intuisi merupakan pengetahuan yang berasal dari bagian kejiwaan yang sangat sentral, sehingga karenanya bersifat batiniah.
 Permasalahan lain dari epistemologi adalah kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan. Kriteria apa yang dipakai utnuk mengukur sebuah pengetahuan bisa disebut benar dan pasti? Bagaimana sebuah pengetahuan bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang sahih? Dalam epistemologiada beberapa teori kesahihan pengetahuan, yaitu teori koheren, korepondensi, pragmatis, semantik dan logikal yang berlebihan.

3.       Metafisika sebagai landasanmemahami hakikat

Metafisika adalah satu cabang fisafat yang memperajari dan memahami mengenai penyebab adanya segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Metafisika bisa berarti upaya utnuk mengkarakterisasi eksisitensi atau sebagai usaha untuk menyelidiki alam yang berada di luar pengalaman atau menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas atau melampaui jangkauan akal budi.
Para pendukung idealisme menempatkan kesadaran dan pengalaman yang dicari dan didapat sebagai dasar tindakan. “Aku” merupakan subjek yang paling konkret. Karenanya aliran ini sering disebut sebagai idealisme yang subjektif. Bagi aliran idealisme, “aku” adalaah satu-satunya realitas. Hal ini dapat dimengerti karena “aku” bersifat otonom dan merdeka sehingga bisa menempatkan diri menjadi sadar akan objek yang dihadapi, yaitu selain “aku”.
Sedangkan materialisme mengatakan bahwa hakikat segala sesuatu adalah bahan belaka. Alam adalah satu-satunya realitas, sehingga dikatakan bahwa manusialah benda alam. Pengetahuan karenanya bersumber pada pengalaman, karena tujuan hidup memang diarahkan pada alam.

4.       Metode filsafat

Metode filsafat menunjuk pada tujuan adar studi filsafat dapat dijelajahi secara tuntas dan tujuan penyelidikan filsafat tercapai. Akal manusia memiliki potensi yang terbatas, sementara lingkup dan jangkauan filsafat tampak tidak terbatas. Karenanya, hanya dengan cara dan metode tertentu, maka pengetahuan kefilsafatan mungkin bisa diraih. Namun demukian, di antara sekian banyak metode dalam filsafat, dalam kesempatan ini kita hanya memebahas beberapa saja.
a.       Metode Zeno

Zeno mengikuti argumentasi Parmenides tentang monisme realitas. Argumentasi Zero ini dipakai untuk mempertahankan serangan dari ide pluralisme. Metode Zero ini memberikan nilai abadi bagi filsafat karena tidak ada pertanyaan yang melahirkan pertentangan yangdianggap benar. Hukum tidak ada pertentangan ini merupakan prinsip fundamental dalam logika.metode Zero ini berguna dalam orasi dan perdebatan yang rasional dan logis. Zeno adalah orang pertama yang juga menggunakan metode dialektik, dalam arti bahwa orang mencari kebenaran lewat perbedaan dan bersoal secara sistematis.

b.      Metode Sokratik

Metode kebidanan ini diperoleh dengan percakapan (koversasi). Sokrates selalu berfilsafat jutstru dalam percakapan. Lewat percakapan, Sokrates melihat ada kebenaran-kebenaran individual yang bersifat universal. Sampai taraf tertentu, percakapan ini akan menghasilkan persepsi induktif yang nantinya akan dikembangkan oleh filsuf yang lain. Metode percakapan kritis yang dilakukan Sokrates juga disebut dengan dialektis. Sementara yang lain, beranggapan bahwa metode dialektis bisa disebut dengan metode interogasi.

c.       Metode Plato

Metode ini dikembangkan oleh plato, murid dari Sokrates. Plato meletakan titik refleksi pemikiran filosofisnya pada bidang yang luas, yaitu ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak cabang ilmu pengetahuan, plato menitibertakan perhatiannya pada ilmu eksakta. Dari titik refleksi filosofis ini lahirlah penalaran deduktif yang terlihat jelas melalui argumentasi-argumentasi deduktif yang sistematis.

d.      Metode Aristoteles
Aristoteles menyatakan bahwa ada dua metode yang dapat digunakan utnuk menarik kesimpulan yang benar, yaitu metode induktis dan deduktis. Induksi adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari hal yang khusus. Deduksi adalah cara menarik kesimpulan berdasarkan dua kebenaran yang pasti dan tidak diragukan lagi. Induksi berawal adari pengamatan dab pengetahuan indrawi. Sementara, deduksi terlepas dari pengamatan dan pengetahuan indrawi. Aristoteles dalam filsafat barat dikenal sebagai Bapak Logika Barat. Logika adalah satu krya filsafat besar yang dihasilkan oleh Aristoteles.
e.      Metode Skolatik
Filsafat skolatik menemukan puncak kejayaannya waktu Thomas Aquinas menjadi filsuf pkoknya. Filsafat skolatik dikembangkan dalam sekolah-sekolah biara dan keuskupan. Para filsuf skolastik tidak memisahkan filsafat dari teologi kristiani. Jadi, dapat dikatakan bahwa filsafat integral dalam ajaran teologi.
D.      Isu-isu filosofis studi komunikasi

Sesuai dengan namanya, imbuhan “meta” merujuk pada spekulasi yang menyertai sebuah teori.metateori mengajukan sejumlah pertanyaan menyangkut sebuah teori, yakni apa yang dibahas, bagaimana pengamatan dilakukan dan bagaiman suatu teori terbentuk. Dengan kata lain metateori adalh teori dari sebuah teori. Selanjutnya Littlejohn membagi isu-isu filosofis studi komunikasi menjadi tuga tema, yakni epistemologi, ontologi, dan aksiologi.

1.       Isu-isu epistemologi

Sebagaimana telah dijelaskan, epistemologi merupakan cabang filsafat yang mengkaji pengetahuan, ataugabagimanah cara manusia mendapatkan pengetahuan.




2.       Isu ontologi

Ontologi merupakan cacang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dari apa yang ingin kita ketahui. Pada kenyataanya, epistemologi dan ontologi saling berkaitan dikarenakan pemahaman kita tentang pengetahuan tentu tergantung pula pada bagaimana kita memahami realitas. Isu ontologi menjadi penting untuk dibahas lebih lanjut karena bagaimana seseorang pakar mengkonseptualisasikan komunikasi tergantung pada bagaimana ia melihat hakikat komunikasi.

3.       Isu aksiologi

Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang nilai.
dak  normal  yang  muncul  pada  suatu
bagian  program  pada  saat  dijalankanPenanganan  eksepsi  pada  javamembawa  pengelolaan  kesalahan  program  saat  dijalankan  kedalam
orientasi-objekEksepsi  java  adalah  objek  yang  menjelaskan  suatu
keadaan eksepsi yang muncul pada suatu bagian program.Saat  suatu  keadaan eksepsi munculsuatu  objek  exception  dibuat
dan  dimasukkan  ke  dalam  method  yang  menyebabkan  eksepsi.  Methodtersebut dapat dipilih untuk  menangani eksepsi berdasarkan tipe tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar