Kamis, 06 Januari 2011

BAB 3

Tipe, bentuk, struktur, dan skema organisasi

ORGANISASI
•Tipe & Bentuk Organisasi
•Struktur atau Skema Organisasi
Tipe Organisasi
1.Piramida Mendatar(flat)
ciri-ciri :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.  2.Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini
hanya cocok untuk organisasi -organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga – lembaga penelitian, lembaga – lembaga pendidikan.
3.Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.
Bentuk Organisasi 
memandang organisasi dari segi tata hubungan,wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh organisasi.
Bentuk-bentuk organisasi :
1.Bentuk Organisasi Staff
2.Bentuk Organisasi Lini
3.Bentuk Organisasi Fungsional
4.Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5.Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6.Bentuk Organisasi Lini &Staff
STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI
Struktur/ bagan organisasi memperlihatkan satuan-satuan organisasi, hubungan-hubungan & saluran wewenang & tanggung jawab yang ada dalam organisasi.
sumber : PDF teori organisasi umum 1 ” organisasi”

BAB 2

Bab 2 ruang lingkup organisasi dan metode
Bab 2 ruang lingkup organisasi dan metode
referensi pengantar organisasi & metode Hal 6-9
1. apa pengertian efisiensi?
Efisiensi adalah perbandingan terbaik atau rasionalitasantara hasil yang diperoleh atau output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber dan waktu yang digunakan.
2. bagaimana cara meningkatkan efisiensi kerja?
Efisiensi kerja dapat ditingkatkan dengan melalui:
a. pelaksanaan smber manajemen secara tepat.
b. Pemanfaatan sumber-sumber daya ekonomi yang tepat
c. Pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yan setepat-tepatnya.
d. Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan kemajuan yang berkesinambungan.
3. jelaskan ruang lingkup organisasi dan method?
Ruang lingkup oraganisasi dan method adalah menyangkut bidang-bidang khusus dari organisasi danmanajemen yang detil dan luas scope nya.
4. mengapa pada ukuran efisiensi wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab yang dibebankan?
Adanya system, prosedur dan tata kerja yang tepat dan akan memungkinkan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan oleh top manager, maka keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab amat sangat diperlukan.

BAB 1

Arti penting organisasi dan metode
  1. pengertian.
Sebelum kita menjelaskan seluruhnya tentang arti pentingnya organisasi dan metode,
Maka kita pelajari dahulu arti dari kata dari organisasi dan metode itu sendiri.
  • organisasi.
Organisasi dapat kita artikan sebagai berikut :
Wadah : tempat dimana sekelompok manusia bekerjasama untuk satu tujuan.
Proses : pengelompokan manusia untuk bekerja secara efisien.
  • metode.
Merupakan suatu tata kerja untuk mencapai suatu tujuan.
Dari pengertian organisasi dan metode di atas maka dapat kita ambil kesimpulan,
Bahwa pengertian organisasi secara keseluruhan adalah :
  • rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunanan segala sumber dan factor yang menentukan untuk barhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.
Ada beberapa pengertian yang terkandung dari atas yaitu :
  1. organisasi dan metode merupakan syarat pelaksanaan kerja yang menjadi kunci utama.
  2. Organisasi dan metode merupakan bagian penting dalam kegiatan manajemen.
  3. Organisasi dan metode bisa memanfaatkan waktu yang ada.
  4. Untuk mencapai tujuan, organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efesiensi kerja.
Hubungan antara organisasi dan metode dengan manajemen sangat erat kaitannya. Hingga dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
Manajemen.
Manajemen merupakan proses kegiatan seorang pemimpin(manajer), yang harus
Melakukan cara cara pemikiran yang rasional atau praktis dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerjasama dengan sumber tenaga kerja lainnya dengan setepat tepatnya dalam mencapai tujuan tersebut.
Kegiatan manajemen.
  1. planning (rencana).
sebuah kegiatan pemikiran yang dilakukan. hal ini sangat perlu dilakukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran sebuah organisasi.
  1. organizing (pengorganisasian).
proses pembagian susunan kerja dalam organisasi, penempatan tenaga kerja secara obyektif yang dilakukan demi perencanaan ,pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
  1. motivating (pendorongan).
- dilakukan untuk mendorong semangat kerja pegawai.
d. controlling (pengendalian).
- hal ini sangat penting untuk mengetahui pekerjaan yang sudah dilaksanakan, hal ini juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi dan mengkoreksi pekerjaan.
Empat hal tersebut tidak akan berjalan tanpa sumber sumber yang harus didayagunakan dengan tepat, ssumber yang dimaksud adalah 6 M. yaitu:
  1. manusia (tenaga kerja).
  2. uang (money).
  3. bahan-bahan (materials).
  4. mesin dan peralatan (machine and equipment).
  5. tata kerja (methods).
  6. pasar (markets).
Manajemen dan organisasi.
Manajemen merupakan proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Hal ini mengartikan adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama satu pihak dengan pihak lainnya.
Dari hal itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa betapa erat hubungan manajemen dan organisasi.
Manajemen dan tata kerja.
Tata kerja merupakan suatu cara bagaimana agar sumber sumber dan waktu yang tersedia sehingga proses manajemen dapat dilakukan dengan tepat.
Pemakaian tata kerja yang tepat ditujukan untuk.
  1. menghindari keborosan, dalam pendayagunaan sumber sumber dan waktu yang tersedia.
  2. Menghindari penghambatan dalam menyelesaikan tujuan.
  3. Menjamin adanya pembagian kerja,waktu dan koordinasi yang tepat.
Maka hubungan manajemen dan tata kerja dapat digambarkan sbb :
Manajemen : menjelaskan perlunya proses kegiatan untuk mencapai tujuan.
Tata kerja : menjelaskan bagaimana proses kerja itu sendiri dilakukan.
Manajemen, organisasi dan tata kerja.
Hubungan timbal balik antara tiga hal ini adalah sbb :
Manajemen : proses pencapaian tujuan, melalui kerjasama antar manusia.
Organisasi : wadah atau alat pengelompokan bagi pencapaian tujuan.
Tata kerja : cara cara bagaimana kegiatan kerjasama itu dilakukan.
Maka kesimpulan dan penjelasan keseluruhannya adalah bahwa semua hal ini dilakukan dengan tujuan sama yaitu untuk pencapaian tujuan.

Pengalaman berorganisasi

Sejak dulu saya sudah senang berorganisasi. Pertama kali saya berorganisasi
di SMP. Saya masuk organisasi berbasis olahraga yaitu bulutangkis. Lalu pada
saat di SMA saya juga berorganisasi dibidang yang sama, Lalu pada saat kelas 3
SMA saya berorganisasi di tempat Les b.inggris…
Pada saat itu saya belum terlalu paham akan organisasi. Setelah masuk di perguruan
tinggi saya masuk organisasi internal dan eksternal kampus.
Di internal saya masuk ke HIMSI ( himpunan mahasiswa Sistem Informasi)
di HIMSI organisasi yang hanya berjalan sesuai aturan dari birokrasi kampus.
Belum bisa berkembang karena adanya Sistem birokrasi yang diterapkan di
kampus yang membuat mahasiswa tidak berkembang.
Di eksternal saya menjadi anggota SMI ( Serikat Mahasiswa Indonesia),
di organisasi ini lah saya bisa mengenal dan paham akan berorganisasi karena
organisasi ini bersifat independent dan tidak ada campur tangan dari pihak
manapun. Selain saya faham akan berorganisasi, menurut saya SMI adalah
organisasi yang paling bermanfaat untuk pnambah wawasan saya dan sebagai
pembentuk moral keperibadian saya.
Sekian pengalaman saya dalam berorganisasi.

Konflik yang terjadi selama berorganisasi

Biasanya konflik yang terjadi kebanyakan dari masing-masing pribadi dan konflik masalah waktu.
Pada saat ada agenda biasanya sangat sulit untuk menyatukan pendapat-pendapat dari teman-teman saya karena kuatnya demokrasi yang di terapkan dan bisa mnjadi perpecahan di dalam sesama anggota. inliah yang sering kali terjadi pada saat saya berorganisasi baik dari dahulu sampai sekarang.
Masalah waktu, menjadi kendala kedua yang saya hadapi selama berorganisasi karena padatnya aktivitas yang saya lakukan setiap hari baik akademik maupun non akademik.  Saya sering tidak bisa hadir pada saat agenda atau telat datang ke agenda, ini masalah yang juga penting menurut saya karena waktu buat saya sangat berharga. Sangat sulit untuk saya mengatur waktu dengan baik dan benar…
Sekian dari saya
Terima Kasih.

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Metode Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.
b. Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.
c. Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
d. Kesepakatan
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.
Namun demikian, metodepengambilan keputusan yang dilakukan melalui kesepakatn ini, tidak lepas juga dari kekurangan-kekurangan. Yang paling menonjol adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
* jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
* tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
* kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL SERTA CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL SERTA CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL
A. Definisi.
Organisasi merupakan suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi dibentuk oleh sekumpulan individu atau masyarakat yang dalam hal ini memiliki satu tujuan dan cita-cita yang sama. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari rasa ketergantungan dan saling membutuhkan antar sesama sehingga menjadikan faktor terbentuknya suatu organisasi.
Dengan kata lain, organisasi sebagai sistem sosial memiliki pemahaman bahwa dalam hidup bermasyarakat, kita tidak dapat terlepas dari hukum saling tolong menolong yang dalam hal ini kita maksudkan dalam bentuk organisasi yang memiliki kebutuhan yang sama dalam kehidupan bersosial atau bermasyarakat.
B. Cara pandang organisasi sebagai sistem sosial.
Cara pandang organsasi sebagai sistem sosial merupakan suatu penggambaran dari cara pandang individu dalam berorganisasi. Dalam berorganisasi dikenal adanya bermacam-macam pendapat serta berbagai cara pandang, dan disitulah muncul keanekaragaman pendapat dalam berorganisasi, untuk itu perlu diadakan kesamaan cara pandang dalam berorganisasi untuk menjadikan organisasi sebagai organisasi yang mampu menampung segala aspirasi anggotanya.
Cara pandang organisasi dapat dibentuk dengan kesamaan tujuan serta cita-cita dalam organisasi. Sehingga didapat organisasi yang benar-benar berfungsi sebagai sistem sosial dalam bermasyarakat.

Rabu, 05 Januari 2011

Penderitaan

Berbagai bentuk penderitaan yang dialami manusia bila dipandang secara Sosiologis dapat dikaji secara negatif dan positif. Secara negatif hal tersebut dapat terjadi karena paham khayalan/prasangka berlebihan yang berasal dari dalam diri seseorang sehingga dia menderita seperti kesepian karena tidak mampu (minder) untuk bersosialisasi dengan orang lain, ketakutan karena siksaan bathin, kegelapan, perasaan sakit maupun perasaan gagal yang kesemuanya bisa saja terjadi karena ketidak mampuan seseorang dalam melakukan Sosialisasi sehingga dianggap melakukan tingkah laku Sosiopatik/penyimpangan perilaku sosial.
Dalam hal ini seorang individu mulai kanak-kanak hingga dewasa mempelajari pola-pola tindakan dari orang-orang disekelilingnya sehingga diharapkan mampu merasakan penderitaa orang lain dan sebaliknya. Dalam hal ini melalui interaksi seseorang dapat melepaskan penderitaan batinnya (bahasa anak mudanya ‘curhat’, apakah itu karena ‘berantem’ dengan pacarnya, permasalahan dengan keluarga atau karena ibu kost yang terus menagih uang kost sementara kiriman dari orang tua belum datang dan sebagainya) dan itu harus terjadi suatu bentuk komunikasi yang bersifat positif (seperti dengan menghindari sifat pelit dalam berteman, toleransi dan sebagainya) sehingga penderitaanya dapat hiang atau berkurang.

Sebaliknya bila dipandang secara positif berarti penderitaan tersebut ditimbulkan karena sesuatu yang telah dilakukannya. Jadi ada faktor penyebab dan akibatnya. Jadi misalnya si A terlihat sebagai seorang yang kesepian, maka kita harus mencari sebab mengapa dia menjadi kesepian; apakah karena minder (fisiknya tidak bagus), merasa miskin, mudah tersinggung dalam berteman atau dinilai pelit sehingga dijauhi oleh teman-temanya yang nantinya akan membuat si A seperti seorang yang menderita. Setelah dilakukan pengamatan terhadap si A maka bisa diambil keputusan agar dia harus percaya diri dalam berteman karena otaknya yang pintar, merasa tidak pernah melakukan pencurian dan korupsi uang, tidak bermental cengeng bila disinggung /diolok temannya atau merasa murah hati untuk membeli rokok dan membayarkan ongkos temannya sehingga dia tidak lagi merasa menderita.

Kekalutan Mental biasanya dialami oleh berbagai status individu dalam masyarakat. Biasanya terdapat dikota besar, pada anak-anak usia muda dapat saja terjadi bila mengejar sesuatu yang diinginkanya namun kemampuan tidak mencukupi maupun karena rasa cinta kasih yang tak terbalas, kaum wanita yang umumnya terlalu bersikap subjektif dan sering bersikap latah, orang-orang yang tidak beragama dengan contoh  berpacaran dengan tidak ada tujuan untuk menikah sehingga secara fitrah dia tidak pernah merasa tenang, maupun orang-orang yang terlalu mengejar materi dengan perumpamaan dia telah dikibuli oleh orang padahal dia sudah merasa yakin akan mendapatkan materi yang dimaksudkannya sehingga jiwanya menjadi kalut yang kesemua kekalutan mental tersebut akan berdampak terjadinya agresi, regresi, fiksasi, proyeksi, identifikasi, narsisme maupun autisme dan harus diatasi dengan berkonsultasi kepada para ahli/psikiater.

Manusia dan Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Keindahan adalah identik dengan kebenaran dan kebenaran adalh keindahan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa prancis “beau” sedang italia dan sepanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum”.
Terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
1. Keindahan dalam arti luas
2. Keindahan dalam arti estetis murni
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan keindahan berdasarkan pandengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual

Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis ddari seseorang dalam hubungnnya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya denan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan perlawanan (contrast).

Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang bersifat kodrat . Pandangan Hidup umat manusia sepanjang sejarahnya mencatat banyak ragam, baik yang dikenal sebagai filsafat maupun yang dikenal sebagai ajaran leluhur, maupun yang dikenal sebagai agama/ajaran Tuhan. Dalam Islam, pandangan hidup itu disebut aqidah (suatu keyakinan yang mengikat batin manusia). Karena mengikat batin maka aqidah menjadi pegangan hidup.

Aqidah Islam memperkenalkan kepada manusia tentang Tuhan, tentang alam raya dan tentang makhluk manusia, di mana setiap individu termasuk di dalamnya.
Semua manusia secara naluriah mengenal dirinya dan alam sekitarnya sampai kepada alam raya. Secara naluriah manusia juga mengenal Tuhan (sekalipun dalam berbagai macam persepsi) dan pengenalannya itu saat menjadi keyakinan, memberikan pandangan hidup tertentu yang dijadikannya pegangan hidup bagi dirinya.

Pandangan hidup yang diajarkan Islam menjelaskan kepada manusia bahwa kehidupan itu adalah sesuatu yang amat mulia dan amat berharga. Hidup yang dianugerahkan Allah kepada manusia merupakan modal dasar untuk memenuhi fungsinya dan menentukan harkat dan martabatnya sendiri.

Oleh karena itu pesan-pesan al Qur'an dan hadis Rasulullah sendiri memberikan banyak peringatan kepada manusia supaya menggunakan modal dasar tersebut secermat mungkin dan jangan sekali-kali menyia-nyiakannya, karena sangat terbatas, baik waktunya maupun ruangnya. Lebih jauh lagi dijelaskan tentang adanya dua jenis kehidupan, yaitu kehidupan manusia di bumi yang sangat terbatas ruang dan waktunya, dan karena keterbatasannya itu ia tidak bersifat kekal abadi, namun sifatnya nyata sehingga setiap orang mudah mengenalnya dan merasakannya.

Pada dasarnya kehidupan ini menyenangkan bagi manusia, karena bumi dan alam sekitarnya sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh Allah untuk mendukung kehidupan manusia. Ciri kesenangan inilah kemudian mendominasi pandangan hidup kebanyakan orang sehingga menjadikan "kesenangan" itu sebagai identifikasi dari kehidupan itu sendiri. Pandangan yang demikian itu direkam dalam surah al Hadid; di mana digambarkan bahwa yang dianggap kehidupan yang sesungguhnya ialah; permainan, senda gurau, kemegahan, perlombaan memperkaya diri, dan memperbanyak keturunan/pendukung (Q/57:20).

Hal ini lebih diperjelas dalam surat Ali `Imran dimana digambarkan bahwa manusia menjadi tertarik mencintai segala yang menggiurkan, di antaranya; wanita-wanita, putera-puteri, emas dan perak yang bertumpuk-tumpuk, kendaraan pilihan, ternak dan sawah ladang. Semua itu adalah kenyataan-kenyataan yang sudah sangat dikenal oleh semua manusia, dan sebagian mereka sempat merasakan nikmatnya.

Pada dasarnya hal itu semua tidak pada tempatnya untuk dibenci atau diremehkan, karena kesemuanya itu adalah sebahagiaan dari nikmat Allah yang dipersiapkan untuk mendukung kehidupan manusia. Namun pemanfaatannya harus sesuai dengan petunjuk penggunaannya, dan ini terkait dengan pola hidup

Kegelisahan

Umumnya manusia takut pada kegelisahan dan mendambakan kebahagiaan. Tapi justru yang ditakutkan itu sering datang pada kehidupan kita. Dan yang didambakan itu sering menjauh dari kita. Mengapa?
Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal-hal yang material. Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:

1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya

Jika kesulitan ekonomi dijadikan penyebab utamanya, tentu masih banyak saudara kita yang lebih parah ekonominya dari kita. Tapi sebagian mereka masih bisa tersenyum, dan nyenyak tidur hanya dengan beralaskan tikar di bawah jembatan dan di pinggir jalan. Mengapa kita harus gelisah?
Jika kekhawatiran hilangnya harta, jabatan atau popularitas menjadi penyebab kegeliasahan. Bukankah semua ini memang tidak kekal, semuanya bersifat sementara. Padahal masih lebih banyak saudara-saudara kita yang hidup serba pas-pasan, tidak punya jabatan, apalagi popularitas. Justru mereka sering dihina. Tapi anehnya, sebagian mereka masih bisa tersenyum dan nyenyak tidur di dalam rumah kontrakan yang sempit dan pengap.

Pada dasarnya semua manusia mendambakan kebahagiaan, dan tidak menginginkan kegelisahan. Kebahagiaan itu satu, dan kegelisahan juga satu. Bisa diraih oleh setiap manusia yang kaya atau yang miskin, yang punya jabatan atau yang jelata, yang ternama atau yang tak dikenal, berpasangan atau yang belum, yang sehat atau sedang sakit, yang berkarier atau yang belum. Sebaliknya kegelisahan juga bisa datang pada setiap manusia dari semua lapisan dan tingkatan.

Manusia dan Tanggung Jawab


Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.

Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
 
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."

Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima oleh wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dngan wewenang.
Sedangkan menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban atau keharusan untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.

Dengan demikian kalau terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain.
Dengan kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Keadilan


Keadilan merupakan sesuatu yang didambakan manusia. Manusia telah menjadikan keadilan sebagai suatu keutamaan yang harus dikejar atau diupayakan setiap orang dalam seluruh aspek kehidupannya baik sosial maupun politis.
Namun konsep keadilan itu sendiri telah dimuati oleh banyak makna, salah satu maknanya adalah ‘memberikan pada setiap orang sesuai dengan haknya’. Makna ini mengacu pada konsep kesetaraan.

Mengembalikan konsep tersebut pada satu-satunya makna tidak hanya tidak mungkin, melainkan juga bertentangan dengan makna keadilan itu sendiri. Contohnya, jika orang menerangkan sikap tidak memihak sebagai “perlakuan yang sama tanpa memandang pribadi-pribadi terkait” sikap ini bila secara konsekuen dilakukan maka hal ini dapat mengarah pada ketidakadilan karena salah satu nilai keadilan adalah diperhatikannya perbedaan masing-masing individu dengan kebutuhan-kebutuhan mereka yang berbeda-beda. Pelaksanaan konsekuensi dari prinsip kesamaan juga dapat membawa ketidakadilan.

Jacques Derrida dalam bagian pertama bukunya yang berjudul Force de loi. Le fondement mystique de l’autorite menulis dengan singkat dan padat: “Keadilan adalah sebuah pengalaman
tentang yang tidak mungkin”. Derrida mendefinisikan pengalaman sebagai “melintasi” dalam arti bahwa sebuah pengalaman adalah pembuka jalan, membuka akses dan mendobrak. Jadi pengalaman selalu mungkin karena jika tidak mungkin tentulah orang tidak dapat mengalami apa-apa. Pengalaman ini adalah sebuah pengalaman yang di dalamnya orang terbentur pada batas-batas dari hal-hal yang bisa dialami; orang terjebak ke dalam sebuah jalan buntu dimana tidak dapat memutuskan pilihan dari jenis either-or hal ini berarti kita tidak bisa sepenuhnya mengalami keadilan.

Kita hanya mengalami perbatasan pengalaman kita, yaitu keadaan di mana kita tidak bisa bergerak lebih jauh lagi dan tidak bisa memutuskan pilihan either-or. Namun hal ini tidak berarti bahwa kita seharusnya tidak mengambil keputusan apapun, melainkan bahwa setiap keputusan yang bagaimanapun juga akan kita ambil tampak sebagai sesuatu yang sangat nekat sekaligus tidak memadai di hadapan kedalaman dan keluasan dari apa yang harus diputuskan, karena kita berada di perbatasan antara apa yang dapat dialami dan apa yang tidak dapat dialami.

Jika keadilan dipahami sebagai suatu pengalaman di mana orang berada dalam kebuntuan maka hal ini berarti bahwa sebuah keputusan yang adil, di satu pihak harus memperoleh pengakuan dengan cara mengindahkan aturan; namun di lain pihak, keputusan itu bisa dianggap adil hanya jika keputusan itu tidak sekedar memenuhi aturan. Tanpa mengalami kebuntuan dimana suatu aturan ditetapkan kembali secara baru, sebuah keputusan tidak dapat dianggap adil.

Tentang Cinta

Cinta sangat penting dalam kehidupan manusia. Belum sempurna hidup seseorang itu jika di dalamnya tidak pernah dihampiri perasaan cinta.
Karena hidup manusia di dunia ini tidak seorang diri, melainkan selalu melibatkan pihak lain. Pihak lain yang dimaksud bukan hanya orang lain, termasuk juga benda-benda atau makhluk lain.

Dalam diri setiap manusia terdapat dua sumber kekuatan yang menggerakkan manusia untuk berbuat atau bertingkah laku termasuk untuk mencinta atau dicintai. Dua sumber kekuatan yang dimaksud tadi ialah akal dan budi di satu pihak dan pihak lain adalah nafsu. Jadi perasaan cinta pun dapat dipengaruhi oleh dua sumber. Yaitu perasaan cinta yang digerakan oleh akal budi, dan perasaan cinta yang digerakkan oleh nafsu. Yang pertama disebut cinta tanpa pamrih atau cinta sejati. Dan yang kedua disebut cinta nafsu atau cinta pamrih. Cinta tanpa pamrih disebut; cinta kebaikan hati; sedangkan cinta nafsu atau cinta pamrih disebut cinta utilitas atau yang bermanfaat,artinya, yang mengindahkan diri sendiri. Biasa disebut orang dengan istilah cinta karena ada udang di balik batu (ada maksud tersembunyi) .

Sesuai dengan tugas manusia sebagai pengembang nilai moral, seharusnya manusia harus selalu berusaha agar perasaan cinta yang tumbuh dalam hati tidak jatuh ke lembah cinta yang tidak sesuai dengan kemanusiaan. Jangan sampai cinta yang seharusnya tanpa pamrih jatuh ke lembah cinta nafsu sampai kelewat batas, jelas harus kita hindari.

Cinta kasih tidak mengenal iri, cemburu, persaingan dan sebangsanya. Yang ada adalah perasaan yang sama dengan perasaan yang ada pada orang yang dicintai, mengapa? Karena dirinya adalah diri kita. Dukanya adalah duka kita, gembiranya adalah gembira kita. Bagi cinta kasih pengorbanan adalah suatu kebahagiaan. Sebaliknya ketidakmampuan membahagiakan atau paling tidak  meringankan beban yang dicintai atau dikasihi adalah suatu penderitaan.

Harapan

Setiap manusia pasti memiliki harapan, manusia tanpa harapan adalah bagaikan mati dalam hidup. Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.

Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hidup menjadi berharga karna kita melakukan sesuatu berbuat sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup ini dengan sukacita dan kita senatiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan, dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita.

Semua hal ini memberi penjelasan kepad kita, bahwa keindahan hidup tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia mengisi hidupnya.
Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja dan usaha tentang hal-hal yang baik. Yang paling penting dari semua itu adalah meskipun hidup ini sia-sia, tetapi hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita hidup nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan harapan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup, pendek atau panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup, kaya atau miskin keadaan kita. Karena hidup adalah Anugerah.

Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.