Rabu, 05 Januari 2011

Tentang Cinta

Cinta sangat penting dalam kehidupan manusia. Belum sempurna hidup seseorang itu jika di dalamnya tidak pernah dihampiri perasaan cinta.
Karena hidup manusia di dunia ini tidak seorang diri, melainkan selalu melibatkan pihak lain. Pihak lain yang dimaksud bukan hanya orang lain, termasuk juga benda-benda atau makhluk lain.

Dalam diri setiap manusia terdapat dua sumber kekuatan yang menggerakkan manusia untuk berbuat atau bertingkah laku termasuk untuk mencinta atau dicintai. Dua sumber kekuatan yang dimaksud tadi ialah akal dan budi di satu pihak dan pihak lain adalah nafsu. Jadi perasaan cinta pun dapat dipengaruhi oleh dua sumber. Yaitu perasaan cinta yang digerakan oleh akal budi, dan perasaan cinta yang digerakkan oleh nafsu. Yang pertama disebut cinta tanpa pamrih atau cinta sejati. Dan yang kedua disebut cinta nafsu atau cinta pamrih. Cinta tanpa pamrih disebut; cinta kebaikan hati; sedangkan cinta nafsu atau cinta pamrih disebut cinta utilitas atau yang bermanfaat,artinya, yang mengindahkan diri sendiri. Biasa disebut orang dengan istilah cinta karena ada udang di balik batu (ada maksud tersembunyi) .

Sesuai dengan tugas manusia sebagai pengembang nilai moral, seharusnya manusia harus selalu berusaha agar perasaan cinta yang tumbuh dalam hati tidak jatuh ke lembah cinta yang tidak sesuai dengan kemanusiaan. Jangan sampai cinta yang seharusnya tanpa pamrih jatuh ke lembah cinta nafsu sampai kelewat batas, jelas harus kita hindari.

Cinta kasih tidak mengenal iri, cemburu, persaingan dan sebangsanya. Yang ada adalah perasaan yang sama dengan perasaan yang ada pada orang yang dicintai, mengapa? Karena dirinya adalah diri kita. Dukanya adalah duka kita, gembiranya adalah gembira kita. Bagi cinta kasih pengorbanan adalah suatu kebahagiaan. Sebaliknya ketidakmampuan membahagiakan atau paling tidak  meringankan beban yang dicintai atau dikasihi adalah suatu penderitaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar